Hal yang tidak kalah penting di dalam suatu presentasi adalah masalah
bagaimana Anda menutup presentasi dengan cara yang memukau.
Menutup presentasi dengan cara yang memukau menjadi penting karena di
saat itulah Anda harus membuat audiens memahami benar topik yang Anda
sampaikan.
Banyak presenter hanya sekedar mengucapkan terima kasih di akhir
presentasinya tanpa meninggalkan makna mendalam di benak audiens.
Presentasinya selesai begitu saja. Akibatnya, audiens yang dari awal
sudah benar-benar memperhatikan akan kehilangan topik yang disampaikan.
Apalagi audiens yang dari awal sudah malas memperhatikan. Paling-paling
mereka hanya bisa berucap dalam hati, “
wah cepat sekali presentasinya, apa yang disampaikannya tadi?”
Terkadang permohonan maaf malah diucapkan untuk menutup presentasi
kuatir kalau presentasinya tidak atau kurang menarik. Diawal presentasi
saja, permohonan maaf tidak perlu dilakukan apalagi kalau presentasi
sudah selesai.
Itulah kenapa cara Anda menutup presentasi harus benar-benar diperhatikan.
Alasan lain yang tidak kalah penting dari kenapa Anda harus menutup
presentasi dengan cara yang memukau adalah faktor perhatian atau atensi
audiens.
Sudah lazim kalau audiens biasanya akan lebih memperhatikan presentasi pada saat awal dan pada saat presentasi akan berakhir.
Coba saja Anda perhatikan atau mungkin Anda pun berlaku demikian
yang biasanya akan lebih memperhatikan begitu tahu presentasi mau
dimulai atau tahu kalau presentasi mau selesai, bukankah begitu? Hehehe…
Moment akhir dari presentasi Anda harus di buat “
wow” harus
dibuat memukau agar audiens mengingat apa yang Anda sampaikan dan
mendapatkan sesuatu yang berarti dari Anda serta mau untuk melakukan
sesuatu.
Bagaimana caranya? Berikut intisari dari beberapa pembahasan para ahli:
1. Berikan Isyarat dan Ringkasan
Hal pertama yang harus Anda lakukan untuk mengakhiri presentasi
adalah memberikan tanda atau isyarat bahwa Anda akan mengakhiri
presentasi Anda agar semua audiens kembali memperhatikan.
Para audiens yang sudah mengikuti presentasi Anda dengan penuh
antusias dari awal akan benar-benar fokus pada Anda. Demikian juga
halnya para audiens yang sempat lengah atau punya kesibukan lain, mereka
akan kembali memberikan perhatiannya untuk Anda dengan adanya isyarat
tersebut.
“Baik, sampailah kita pada akhir presentasi…”
“Sebelum mengakhiri presentasi,….”
“Ini akhir dari presentasi…”
Adalah isyarat yang bisa Anda gunakan untuk memberitahu audiens bahwa Anda akan menutup presentasi Anda.
Masih banyak lagi cara lainnya. Anda bisa berkreasi sendiri bagaimana
menyampaikan isyarat akan berakhirnya presentasi Anda tersebut.
Sangat bijaksana bila Anda juga kembali mengulang atau
mengikhtisarkan beberapa point-point penting dalam presentasi Anda
setelah Anda memberikan isyarat. Cara ini akan membuat Audiens Anda
paham benar perihal topik dan isi presentasi Anda.
Mengulang-ulang sesuatu tentunya akan membuat orang ingat, tetapi
tidak usah berpanjang lebar. Cukup point-point pentingnya saja.
2. Tutup dengan Mengajak Aksi dan Keterlibatan
Setelah isyarat dan ringkasan diberikan, tibalah Anda untuk menutup presentasi Anda.
Pola umumnya ada 2 yaitu: Anda meminta audiens untuk terlibat atau Anda meminta Audiens untuk ikut melakukan sesuatu.
Biasanya ada kutipan-kutipan motivasi, ada ungkapan tertentu atau
frasa kalimat tertentu yand ditekankan untuk mengugah dan mengajak
audiens ikut berbuat atau melakukan sesuatu.
Baiklah, tanpa berpanjang lebar lagi berikut contoh dari cara menutup presentasi memukau yang dilakukan oleh
Amy Cuddy : Your body language shapes who you are, Ted Talks, sebagai ilustrasi kedua tahap tersebut diatas:
Isyarat dengan sedikit ringkasan
“Hal terakhir yang akan saya berikan kepada Anda
adalah bahwa: Perubahan kecil dapat membawa perubahan besar. Jadi ini
adalah dua menit. Dua menit, dua menit, dua menit. Sebelum Anda akan
masuk dalam situasi yang menegangkan, selama dua menit coba lakukan ini
(power poses), di dalam lift, di dalam toilet, di meja kerja, di
belakang pintu. Itulah yang perlu Anda lakukan. Menyiapkan otak Anda
untuk menghadapi situasi dengan kemampuan terbaik. Naikkan testosteron
Anda. Turunkan kortisol Anda. Jangan tinggalkan situasi dengan perasaan,
“Aduh, saya tidak menunjukkan siapa saya sebenarnya tadi.” Tinggalkan
situasi itu sambil merasa bahwa, “Oh, saya merasa bahwa saya telah
mengatakan siapa saya dan menunjukkan siapa saya sesungguhnya.”
Penutup
“Jadi saya ingin meminta Anda, untuk mencobanya dan
saya juga meminta Anda untuk membagikan ilmu ini, karena ini sederhana.
Saya tidak punya kepentingan pribadi dalam hal ini. Berikan. Bagikan
kepada orang lain, karena orang banyak dapat menggunakannya tanpa sumber
daya dan tanpa teknologi dan tanpa status dan tanpa kekuatan. Bagikan
kepada orang lain karena mereka dapat melakukannya diam-diam. Mereka
hanya perlu tubuh mereka, sedikit keleluasaan pribadi, dan dua menit,
dan ini secara signifikan dapat meningkatkan pencapaian dalam hidup
mereka. Terima kasih.”
Bayangkan, Anda yang belum lihat presentasinya Amy Cuddy saja sudah
bisa tahu kalau dia bicara perihal dua menit yang harus Anda
lakukan untuk menyiapkan otak sebelum menghadapi situasi tertentu dengan
melakukan “
power poses”.
Lalu, dia tutup dengan ajakan kepada Anda untuk memberitahukan orang lain perihal betapa mudahnya “
power poses”, yang secara signifikan dapat meningkatkan pencapaian dalam hidup dan siapapun bisa melakukannya.
Nah apa itu “
power poses”? Tentunya Anda penasaran. Begitu
juga dengan audiens yang sudah mendengarkannya. Mereka tambah penasaran.
Mereka tak akan ragu untuk melihat lagi presentasinya Amy dan mendalami
lebih lanjut apa itu “
power poses” lalu memberitahukannya ke orang lain.
Silahkan, Anda pun bisa melihat lengkap video presentasi Amy Cuddy diatas atau melihat pembahasannya dalam tulisan lalu
disini perihal “
power poses“.
Itulah efek dari menutup presentasi yang memukau. Orang ingat, ingin
kembali dan melakukan aksi sesuai pesan dari presentasi Anda.
Alhamdulillah, bagus banget contoh yang diberikan Amy perihal menutup presentasi yang memukau. Sangat membuka wawasan. Semog
Membuka presentasi dengan baik merupakan langkah awal kesuksesan sebuah presentasi.
Dalam buku
Presentasi Memukau saya menjelaskan bahwa orang cenderung mengingat lebih baik apa-apa yang
paling awal mereka lihat dan dengarkan. Dalam dunia Psikologi dikenal dengan istilah efek awalan
(Primacy Effect).
Pembukaan yang baik akan menarik perhatian audiens. Apa yang Anda sampaikan di awal ketika membuka presentasi akan menjadi
informasi yang paling diingat.
Karena itu kekuatan presentasi salah satunya terletak pada
pembukaan yang baik dan menarik serta penutupan presentasi yang meyakinkan.
Tidak hanya itu, keberhasilan membuka presentasi akan memudahkan Anda untuk melanjutkan sebuah presentasi.
Dalam artikel berikut ini, saya akan mengajak Anda memahami fungsi
pembukaan dalam presentasi dan teknik jitu untuk membuka presentasi
dengan baik dan menarik perhatian audiens.
Memahami Fungsi Pembukaan Dalam Sebuah Presentasi
Sebelum kita membahas bagaimana cara membuka presentasi dengan baik,
kita perlu mengetahui apa sebenarnya fungsi pembukaan dalam presentasi.
Pertama: Agar audiens memahami tujuan presentasi Anda.
Audiens datang mendengarkan presentasi untuk suatu tujuan. Oleh karena itu, pembukaan berfungsi untuk menjelaskan dengan cepat
apa tujuan presentasi Anda. Jika audiens sudah tahu tujuan presentasi Anda, mereka akan lebih tertarik untuk mengikutinya sampai selesai.
Kedua: Mendapat Gambaran Umum atas Apa yang Disampaikan
Pembukaan presentasi mirip dengan
opening sebuah film. Ketika
Anda menonton film, 5 menit pertama sangat krusial karena akan
menentukan apakah Anda akan menonton film tersebut sampai selesai atau
segera meninggalkannya. Seperti sebuah film, pembukaan presentasi
berfungsi untuk
memberikan gambaran umum kepada audiens apa yang akan mereka dengarkan dalam beberapa waktu ke depan.
Ketiga: Menciptakan Motivasi dan Rasa Ingin Tahu Audiens
Audiens menghadiri sebuah presentasi dengan motivasi awal yang
berbeda-beda. Ada yang memang ingin mendapatkan informasi baru dari
Anda. Namun ada pula yang sekedar datang karena diminta oleh atasannya.
Oleh karena itu, inilah kesempatan Anda untuk menciptakan motivasi yang
sama bagi audiens agar mereka merasa
perlu mendengarkan presentasi Anda sampai selesai. Pembukaan yang baik juga akan
menciptakan rasa ingin tahu audiens sehingga mereka akan terus mendengarkan Anda.
5 Cara Membuka Presentasi yang Baik dan Menarik
Setelah Anda mengetahui betapa penting fungsi pembukaan presentasi,
sekarang saatnya kita belajar bagaimana membuka presentasi dengan baik
dan menarik. Saya akan mengajak Anda untuk menguasai lima cara membuka
presentasi dengan menarik.
1. Membuka Presentasi Dengan Menyampaikan Maksud dan Tujuan
Cara paling mudah dan dapat Anda terapkan untuk berbagai situasi adalah membuka presentasi dengan
menyampaikan maksud dan tujuan. Dengan cara ini, audiens akan mengerti apa yang akan mereka dapatkan dari presentasi Anda. Anda juga bisa
menetapkan harapan (ekspektasi) audiens tentang
berapa lama presentasi akan berlangsung dan
apa saja yang akan dibahas.
Misalkan Anda ingin menawarkan jasa sebuah
software sistem
administrasi kepegawaian di hadapan beberapa manajer yang menjadi calon
pembeli produk Anda. Anda bisa membuka presentasi dengan menyampaikan
maksud dan tujuan seperti ini:
“Bapak dan Ibu yang saya hormati, selamat pagi. Saya
sangat senang hari ini mendapatkan kesempatan untuk hadir di hadapan
Bapak/Ibu sekalian.
Dalam waktu tiga puluh menit ke depan, saya akan menjelaskan
kepada Bapak dan Ibu sebuah sistem administrasi kepegawaian yang akan
membantu Bapak/Ibu mengelola data karyawan secara cepat, mudah dan
informatif.
Di akhir presentasi nanti, Bapak dan Ibu akan bisa memahami
keunggulan dan manfaat yang akan didapatkan dari sistem ini, serta apa
yang membedakannya dengan produk sejenis di pasaran. Dengan demikian,
Bapak Ibu dapat memutuskan investasi terbaik bagi perusahaan yang Bapak
Ibu pimpin.”
Sampaikan apa yang akan Anda bahas, berapa lama waktu yang
dibutuhkan, dan apa manfaat yang bisa diambil audiens setelah presentasi
selesai.
2. Membuka Presentasi Dengan Sebuah Pertanyaan
Apa yang akan Anda lakukan ketika seseorang mengajukan sebuah pertanyaan?
Secara otomatis Anda akan berusaha menjawabnya. Demikian pula ketika
Anda mengajukan pertanyaan ketika membuka sebuah presentasi. Audiens
akan berusaha
berpikir dan mencari jawabannya meskipun mereka tidak menjawab langsung pertanyaan Anda.
Menggunakan pertanyaan akan mengajak audiens fokus pada tema yang
sedang dibahas dan membuat mereka memusatkan perhatian untuk menemukan
jawabannya.
Ketika tampil di
TEDx Jakarta 2011, saya menggunakan teknik ini untuk membuka presentasi. Seperti ini pembukaannya:

- See more at: http://www.presentasi.net/cara-membuka-presentasi-dengan-baik-menarik-perhatian-audiens/#sthash.74UuB6Ij.dpuf
Membuka presentasi dengan baik merupakan langkah awal kesuksesan sebuah presentasi.
Dalam buku
Presentasi Memukau saya menjelaskan bahwa orang cenderung mengingat lebih baik apa-apa yang
paling awal mereka lihat dan dengarkan. Dalam dunia Psikologi dikenal dengan istilah efek awalan
(Primacy Effect).
Pembukaan yang baik akan menarik perhatian audiens. Apa yang Anda sampaikan di awal ketika membuka presentasi akan menjadi
informasi yang paling diingat.
Karena itu kekuatan presentasi salah satunya terletak pada
pembukaan yang baik dan menarik serta penutupan presentasi yang meyakinkan.
Tidak hanya itu, keberhasilan membuka presentasi akan memudahkan Anda untuk melanjutkan sebuah presentasi.
Dalam artikel berikut ini, saya akan mengajak Anda memahami fungsi
pembukaan dalam presentasi dan teknik jitu untuk membuka presentasi
dengan baik dan menarik perhatian audiens.
Memahami Fungsi Pembukaan Dalam Sebuah Presentasi
Sebelum kita membahas bagaimana cara membuka presentasi dengan baik,
kita perlu mengetahui apa sebenarnya fungsi pembukaan dalam presentasi.
Pertama: Agar audiens memahami tujuan presentasi Anda.
Audiens datang mendengarkan presentasi untuk suatu tujuan. Oleh karena itu, pembukaan berfungsi untuk menjelaskan dengan cepat
apa tujuan presentasi Anda. Jika audiens sudah tahu tujuan presentasi Anda, mereka akan lebih tertarik untuk mengikutinya sampai selesai.
Kedua: Mendapat Gambaran Umum atas Apa yang Disampaikan
Pembukaan presentasi mirip dengan
opening sebuah film. Ketika
Anda menonton film, 5 menit pertama sangat krusial karena akan
menentukan apakah Anda akan menonton film tersebut sampai selesai atau
segera meninggalkannya. Seperti sebuah film, pembukaan presentasi
berfungsi untuk
memberikan gambaran umum kepada audiens apa yang akan mereka dengarkan dalam beberapa waktu ke depan.
Ketiga: Menciptakan Motivasi dan Rasa Ingin Tahu Audiens
Audiens menghadiri sebuah presentasi dengan motivasi awal yang
berbeda-beda. Ada yang memang ingin mendapatkan informasi baru dari
Anda. Namun ada pula yang sekedar datang karena diminta oleh atasannya.
Oleh karena itu, inilah kesempatan Anda untuk menciptakan motivasi yang
sama bagi audiens agar mereka merasa
perlu mendengarkan presentasi Anda sampai selesai. Pembukaan yang baik juga akan
menciptakan rasa ingin tahu audiens sehingga mereka akan terus mendengarkan Anda.
5 Cara Membuka Presentasi yang Baik dan Menarik
Setelah Anda mengetahui betapa penting fungsi pembukaan presentasi,
sekarang saatnya kita belajar bagaimana membuka presentasi dengan baik
dan menarik. Saya akan mengajak Anda untuk menguasai lima cara membuka
presentasi dengan menarik.
1. Membuka Presentasi Dengan Menyampaikan Maksud dan Tujuan
Cara paling mudah dan dapat Anda terapkan untuk berbagai situasi adalah membuka presentasi dengan
menyampaikan maksud dan tujuan. Dengan cara ini, audiens akan mengerti apa yang akan mereka dapatkan dari presentasi Anda. Anda juga bisa
menetapkan harapan (ekspektasi) audiens tentang
berapa lama presentasi akan berlangsung dan
apa saja yang akan dibahas.
Misalkan Anda ingin menawarkan jasa sebuah
software sistem
administrasi kepegawaian di hadapan beberapa manajer yang menjadi calon
pembeli produk Anda. Anda bisa membuka presentasi dengan menyampaikan
maksud dan tujuan seperti ini:
“Bapak dan Ibu yang saya hormati, selamat pagi. Saya
sangat senang hari ini mendapatkan kesempatan untuk hadir di hadapan
Bapak/Ibu sekalian.
Dalam waktu tiga puluh menit ke depan, saya akan menjelaskan
kepada Bapak dan Ibu sebuah sistem administrasi kepegawaian yang akan
membantu Bapak/Ibu mengelola data karyawan secara cepat, mudah dan
informatif.
Di akhir presentasi nanti, Bapak dan Ibu akan bisa memahami
keunggulan dan manfaat yang akan didapatkan dari sistem ini, serta apa
yang membedakannya dengan produk sejenis di pasaran. Dengan demikian,
Bapak Ibu dapat memutuskan investasi terbaik bagi perusahaan yang Bapak
Ibu pimpin.”
Sampaikan apa yang akan Anda bahas, berapa lama waktu yang
dibutuhkan, dan apa manfaat yang bisa diambil audiens setelah presentasi
selesai.
2. Membuka Presentasi Dengan Sebuah Pertanyaan
Apa yang akan Anda lakukan ketika seseorang mengajukan sebuah pertanyaan?
Secara otomatis Anda akan berusaha menjawabnya. Demikian pula ketika
Anda mengajukan pertanyaan ketika membuka sebuah presentasi. Audiens
akan berusaha
berpikir dan mencari jawabannya meskipun mereka tidak menjawab langsung pertanyaan Anda.
Menggunakan pertanyaan akan mengajak audiens fokus pada tema yang
sedang dibahas dan membuat mereka memusatkan perhatian untuk menemukan
jawabannya.
Ketika tampil di
TEDx Jakarta 2011, saya menggunakan teknik ini untuk membuka presentasi. Seperti ini pembukaannya:

- See more at: http://www.presentasi.net/cara-membuka-presentasi-dengan-baik-menarik-perhatian-audiens/#sthash.74UuB6Ij.dpuf
Membuka presentasi dengan baik merupakan langkah awal kesuksesan sebuah presentasi.
Dalam buku
Presentasi Memukau saya menjelaskan bahwa orang cenderung mengingat lebih baik apa-apa yang
paling awal mereka lihat dan dengarkan. Dalam dunia Psikologi dikenal dengan istilah efek awalan
(Primacy Effect).
Pembukaan yang baik akan menarik perhatian audiens. Apa yang Anda sampaikan di awal ketika membuka presentasi akan menjadi
informasi yang paling diingat.
Karena itu kekuatan presentasi salah satunya terletak pada
pembukaan yang baik dan menarik serta penutupan presentasi yang meyakinkan.
Tidak hanya itu, keberhasilan membuka presentasi akan memudahkan Anda untuk melanjutkan sebuah presentasi.
Dalam artikel berikut ini, saya akan mengajak Anda memahami fungsi
pembukaan dalam presentasi dan teknik jitu untuk membuka presentasi
dengan baik dan menarik perhatian audiens.
Memahami Fungsi Pembukaan Dalam Sebuah Presentasi
Sebelum kita membahas bagaimana cara membuka presentasi dengan baik,
kita perlu mengetahui apa sebenarnya fungsi pembukaan dalam presentasi.
Pertama: Agar audiens memahami tujuan presentasi Anda.
Audiens datang mendengarkan presentasi untuk suatu tujuan. Oleh karena itu, pembukaan berfungsi untuk menjelaskan dengan cepat
apa tujuan presentasi Anda. Jika audiens sudah tahu tujuan presentasi Anda, mereka akan lebih tertarik untuk mengikutinya sampai selesai.
Kedua: Mendapat Gambaran Umum atas Apa yang Disampaikan
Pembukaan presentasi mirip dengan
opening sebuah film. Ketika
Anda menonton film, 5 menit pertama sangat krusial karena akan
menentukan apakah Anda akan menonton film tersebut sampai selesai atau
segera meninggalkannya. Seperti sebuah film, pembukaan presentasi
berfungsi untuk
memberikan gambaran umum kepada audiens apa yang akan mereka dengarkan dalam beberapa waktu ke depan.
Ketiga: Menciptakan Motivasi dan Rasa Ingin Tahu Audiens
Audiens menghadiri sebuah presentasi dengan motivasi awal yang
berbeda-beda. Ada yang memang ingin mendapatkan informasi baru dari
Anda. Namun ada pula yang sekedar datang karena diminta oleh atasannya.
Oleh karena itu, inilah kesempatan Anda untuk menciptakan motivasi yang
sama bagi audiens agar mereka merasa
perlu mendengarkan presentasi Anda sampai selesai. Pembukaan yang baik juga akan
menciptakan rasa ingin tahu audiens sehingga mereka akan terus mendengarkan Anda.
5 Cara Membuka Presentasi yang Baik dan Menarik
Setelah Anda mengetahui betapa penting fungsi pembukaan presentasi,
sekarang saatnya kita belajar bagaimana membuka presentasi dengan baik
dan menarik. Saya akan mengajak Anda untuk menguasai lima cara membuka
presentasi dengan menarik.
1. Membuka Presentasi Dengan Menyampaikan Maksud dan Tujuan
Cara paling mudah dan dapat Anda terapkan untuk berbagai situasi adalah membuka presentasi dengan
menyampaikan maksud dan tujuan. Dengan cara ini, audiens akan mengerti apa yang akan mereka dapatkan dari presentasi Anda. Anda juga bisa
menetapkan harapan (ekspektasi) audiens tentang
berapa lama presentasi akan berlangsung dan
apa saja yang akan dibahas.
Misalkan Anda ingin menawarkan jasa sebuah
software sistem
administrasi kepegawaian di hadapan beberapa manajer yang menjadi calon
pembeli produk Anda. Anda bisa membuka presentasi dengan menyampaikan
maksud dan tujuan seperti ini:
“Bapak dan Ibu yang saya hormati, selamat pagi. Saya
sangat senang hari ini mendapatkan kesempatan untuk hadir di hadapan
Bapak/Ibu sekalian.
Dalam waktu tiga puluh menit ke depan, saya akan menjelaskan
kepada Bapak dan Ibu sebuah sistem administrasi kepegawaian yang akan
membantu Bapak/Ibu mengelola data karyawan secara cepat, mudah dan
informatif.
Di akhir presentasi nanti, Bapak dan Ibu akan bisa memahami
keunggulan dan manfaat yang akan didapatkan dari sistem ini, serta apa
yang membedakannya dengan produk sejenis di pasaran. Dengan demikian,
Bapak Ibu dapat memutuskan investasi terbaik bagi perusahaan yang Bapak
Ibu pimpin.”
Sampaikan apa yang akan Anda bahas, berapa lama waktu yang
dibutuhkan, dan apa manfaat yang bisa diambil audiens setelah presentasi
selesai.
2. Membuka Presentasi Dengan Sebuah Pertanyaan
Apa yang akan Anda lakukan ketika seseorang mengajukan sebuah pertanyaan?
Secara otomatis Anda akan berusaha menjawabnya. Demikian pula ketika
Anda mengajukan pertanyaan ketika membuka sebuah presentasi. Audiens
akan berusaha
berpikir dan mencari jawabannya meskipun mereka tidak menjawab langsung pertanyaan Anda.
Menggunakan pertanyaan akan mengajak audiens fokus pada tema yang
sedang dibahas dan membuat mereka memusatkan perhatian untuk menemukan
jawabannya.
Ketika tampil di
TEDx Jakarta 2011, saya menggunakan teknik ini untuk membuka presentasi. Seperti ini pembukaannya:

- See more at: http://www.presentasi.net/cara-membuka-presentasi-dengan-baik-menarik-perhatian-audiens/#sthash.74UuB6Ij.dpuf
Membuka presentasi dengan baik merupakan langkah awal kesuksesan sebuah presentasi.
Dalam buku
Presentasi Memukau saya menjelaskan bahwa orang cenderung mengingat lebih baik apa-apa yang
paling awal mereka lihat dan dengarkan. Dalam dunia Psikologi dikenal dengan istilah efek awalan
(Primacy Effect).
Pembukaan yang baik akan menarik perhatian audiens. Apa yang Anda sampaikan di awal ketika membuka presentasi akan menjadi
informasi yang paling diingat.
Karena itu kekuatan presentasi salah satunya terletak pada
pembukaan yang baik dan menarik serta penutupan presentasi yang meyakinkan.
Tidak hanya itu, keberhasilan membuka presentasi akan memudahkan Anda untuk melanjutkan sebuah presentasi.
Dalam artikel berikut ini, saya akan mengajak Anda memahami fungsi
pembukaan dalam presentasi dan teknik jitu untuk membuka presentasi
dengan baik dan menarik perhatian audiens.
Memahami Fungsi Pembukaan Dalam Sebuah Presentasi
Sebelum kita membahas bagaimana cara membuka presentasi dengan baik,
kita perlu mengetahui apa sebenarnya fungsi pembukaan dalam presentasi.
Pertama: Agar audiens memahami tujuan presentasi Anda.
Audiens datang mendengarkan presentasi untuk suatu tujuan. Oleh karena itu, pembukaan berfungsi untuk menjelaskan dengan cepat
apa tujuan presentasi Anda. Jika audiens sudah tahu tujuan presentasi Anda, mereka akan lebih tertarik untuk mengikutinya sampai selesai.
Kedua: Mendapat Gambaran Umum atas Apa yang Disampaikan
Pembukaan presentasi mirip dengan
opening sebuah film. Ketika
Anda menonton film, 5 menit pertama sangat krusial karena akan
menentukan apakah Anda akan menonton film tersebut sampai selesai atau
segera meninggalkannya. Seperti sebuah film, pembukaan presentasi
berfungsi untuk
memberikan gambaran umum kepada audiens apa yang akan mereka dengarkan dalam beberapa waktu ke depan.
Ketiga: Menciptakan Motivasi dan Rasa Ingin Tahu Audiens
Audiens menghadiri sebuah presentasi dengan motivasi awal yang
berbeda-beda. Ada yang memang ingin mendapatkan informasi baru dari
Anda. Namun ada pula yang sekedar datang karena diminta oleh atasannya.
Oleh karena itu, inilah kesempatan Anda untuk menciptakan motivasi yang
sama bagi audiens agar mereka merasa
perlu mendengarkan presentasi Anda sampai selesai. Pembukaan yang baik juga akan
menciptakan rasa ingin tahu audiens sehingga mereka akan terus mendengarkan Anda.
5 Cara Membuka Presentasi yang Baik dan Menarik
Setelah Anda mengetahui betapa penting fungsi pembukaan presentasi,
sekarang saatnya kita belajar bagaimana membuka presentasi dengan baik
dan menarik. Saya akan mengajak Anda untuk menguasai lima cara membuka
presentasi dengan menarik.
1. Membuka Presentasi Dengan Menyampaikan Maksud dan Tujuan
Cara paling mudah dan dapat Anda terapkan untuk berbagai situasi adalah membuka presentasi dengan
menyampaikan maksud dan tujuan. Dengan cara ini, audiens akan mengerti apa yang akan mereka dapatkan dari presentasi Anda. Anda juga bisa
menetapkan harapan (ekspektasi) audiens tentang
berapa lama presentasi akan berlangsung dan
apa saja yang akan dibahas.
Misalkan Anda ingin menawarkan jasa sebuah
software sistem
administrasi kepegawaian di hadapan beberapa manajer yang menjadi calon
pembeli produk Anda. Anda bisa membuka presentasi dengan menyampaikan
maksud dan tujuan seperti ini:
“Bapak dan Ibu yang saya hormati, selamat pagi. Saya
sangat senang hari ini mendapatkan kesempatan untuk hadir di hadapan
Bapak/Ibu sekalian.
Dalam waktu tiga puluh menit ke depan, saya akan menjelaskan
kepada Bapak dan Ibu sebuah sistem administrasi kepegawaian yang akan
membantu Bapak/Ibu mengelola data karyawan secara cepat, mudah dan
informatif.
Di akhir presentasi nanti, Bapak dan Ibu akan bisa memahami
keunggulan dan manfaat yang akan didapatkan dari sistem ini, serta apa
yang membedakannya dengan produk sejenis di pasaran. Dengan demikian,
Bapak Ibu dapat memutuskan investasi terbaik bagi perusahaan yang Bapak
Ibu pimpin.”
Sampaikan apa yang akan Anda bahas, berapa lama waktu yang
dibutuhkan, dan apa manfaat yang bisa diambil audiens setelah presentasi
selesai.
2. Membuka Presentasi Dengan Sebuah Pertanyaan
Apa yang akan Anda lakukan ketika seseorang mengajukan sebuah pertanyaan?
Secara otomatis Anda akan berusaha menjawabnya. Demikian pula ketika
Anda mengajukan pertanyaan ketika membuka sebuah presentasi. Audiens
akan berusaha
berpikir dan mencari jawabannya meskipun mereka tidak menjawab langsung pertanyaan Anda.
Menggunakan pertanyaan akan mengajak audiens fokus pada tema yang
sedang dibahas dan membuat mereka memusatkan perhatian untuk menemukan
jawabannya.
Ketika tampil di
TEDx Jakarta 2011, saya menggunakan teknik ini untuk membuka presentasi. Seperti ini pembukaannya:

- See more at: http://www.presentasi.net/cara-membuka-presentasi-dengan-baik-menarik-perhatian-audiens/#sthash.74UuB6Ij.dpuf