Pages

Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label EPN (English presentation and negotiation). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label EPN (English presentation and negotiation). Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 Juli 2015

cara memperkenalkan diri dalam presentasi

Sebutkan nama dan perusahaan Anda
Langkah pertama yang perlu Anda lakukan untuk mengenalkan diri Anda kepada audiens adalah dengan menyebutkan nama dan perusahaan atau jabatan Anda. Kalau Anda tidak bekerja di perusahaan Anda bisa menyebutkan nama dan aktivitas utama yang Anda lakukan
2. Sebutkan spesialisasi Anda
Langkah yang kedua adalah dengan menyebutkan spesialisasi Anda. Anda bisa menyebutkan spesialisasi bidang yang Anda kuasai. Kalau spesialisasi Anda terlalu banyak sampaikan saja maksimal tiga dari semua keahlian yang Anda miliki. Itupun yang masih terkait dengan topik yang Anda sampaikan
3. Sebutkan beberapa hal nyata yang sudah Anda lakukan
Setelah Anda menyebutkan spesialisasi yang Anda miliki Anda bisa melanjutkan dengan menyebutkan beberapa karya atau kegiatan nyata yang sudah Anda lakukan. Hal ini akan semakin memperkuat kredibilitas Anda dihadapan audiens. Untuk lebih jelasnya, silakan Anda simak kalimat perkenalan berikut ini.
Selamat pagi bapak dan ibu sekalian, sebelum saya mulai sharing hari ini, rasanya sangat tidak sopan jika saya tidak memperkenalkan diri. Jadi izinkan saya memperkenalkan diri. Nama saya Rona Binham, saya adalah trainer dan founder dari rona presentasi sebuah lembaga pengembangan diri yang bergerak dalam bidang pelatihan presentasi dan public speaking
Bagi saya pribadi menguasai kemampuan presentasi dan public speaking sangat penting dalam membangun kehidupan profesional, membangun rasa percaya diri, menyampaikan ide dan gagasan serta membangun hubungan yang efektif dalam pergaulan sosial. Karena itu selama lima tahun terakhir ini saya memfokuskan diri mempelajari keterampilan ini. Dengan kerja keras, disiplin dan fokus yang tinggi akhirnya saya bisa menguasai keterampilan ini dengan mendalam.
Dalam perjalanan saya mendalami keterampilan presentasi dan public speaking saya melihat sebagian besar masyarakat bermasalah dalam hal ini. Banyak orang merasa tertekan jika harus mendapatkan kesempatan untuk presentasi, banyak orang presentasinya tidak efektif, tidak menarik dan cenderung membosankankan.
Melihat fakta tersebut saya berkomitmen untuk berbagi informasi dan pengetahuan bagaimana cara melakukan presentasi yang efektif dan menarik. Maka lahirlah ronapresentasi.com sebuah situs presentasi dan public speaking tempat di mana saya menulis dan berbagi semua hal tentang presentasi dan public speaking. Tidak hanya melalui situs, tapi saya juga telah membuat buku panduan presentasi terpraktis dan terlengkap yang mengajarkan bagaimana melakukan presentasi yang hebat, buku tersebut saat ini bisa Anda dapatkan di toko-toko buku di kota Anda. Tidak hanya dalam bentuk tulisan tapi komitmen saya juga saya tuangkan dalam kegiatan pelatihan. Sampai saat ini saya telah melatih ribuan orang dari berbagai profesi dalam training publik presentasi maupun dalam in house training presentasi.
Demikianlah tadi bapak dan ibu sekalian perkenalan singkat saya. Dengan perkenalan singkat tadi semoga bisa menjadikan kita saling kenal tidak hanya di sini tapi juga di luar nanti setelah kegiatan ini berakhir.
Untuk hasil yang terbaik, silahkan tulis draf perkenalan diri Anda, kemudian bacalah berulang-ulang, lakukan revisi jika perlu perbaikan dan terakhir mintalah umpan balik dari sahabat atau teman Anda. Jika hal ini bisa Anda lakukan dengan baik, saya yakin Anda bisa mengenalkan diri Anda dengan efektif tanpa harus kehilangan waktu dan kredibilitas Anda.
Paparan di atas adalah petunjuk bagaimana kita memperkenalkan diri kita kepada audiens. Namun dalam kondisi lain, bisa jadi perkenalan diri kita disampaikan oleh moderator. Jika ini yang Anda hadapi maka ada pendekatan lain yang harus Anda lakukan. Anda harus memastikan moderator tidak salah dalam memperkenalkan diri Anda. Untuk itu sebelum presentasi dimulai sebaiknya temui moderator dan sampaikan bagaimana Anda harus dikenalkan. Buatkan moderator catatan ringkas tentang diri Anda. Dengan demikian moderator bisa memperkenalkan diri Anda tanpa perlu Anda khawatir ada kesalahan.
Atau jika Anda atau tim Anda bisa membuat video profil yang menarik, Anda juga bisa menggunakan hal tersebut untuk mengenalkan diri. Hal ini juga sering digunakan oleh para presenter. Biasanya video profil ini diputar sebelum presenter maju ke podium. Ini memang tidak mudah, karena membutuhkan keterampilan khusus untuk membuatnya.
Intinya apapun cara yang Anda gunakan dalam memperkenalkan diri, apakah Anda menyampaikannya sendiri, ataukah disampaikan moderator atau menggunakan video pastikan semuanya ringkas, tepat sasaran dan tidak memakan banyak waktu. Jika ini bisa Anda lakukan dengan baik, maka Anda akan membantu membangun kesan sejak awal presentasi Anda mulai. Percayalah dengan menerapkan tips memperkenalkan diri saat presentasi dengan tepat Anda akan terlihat profesional dan kredibel di mata audiens

tips dan trik melakukan presentasi

Kemampuan menyampaikan presentasi yang baik sangat diperlukan di dunia bisnis dan harus dikuasai bila ingin menjadi sukses. Berbicara di depan banyak orang merupakan kesempatan bagi Anda untuk menjelaskan konsep usaha, keunggulan barang & jasa ataupun untuk membangun brand awarreness.
Namun begitu berbicara di depan umum bagi banyak orang merupakan momok yang menakutkan, tapi tunggu, jangan khawatir karena Tips dan Trik akan memberikan kiat supaya Anda dapat melakukan presentasi dengan baik.
Berikut 6 langkah untuk dapat melatih kemampuan presentasi / berbicara di depan umum supaya tampil percaya diri, berinteraksi dengan audience serta tidak gugup.

1. Latihan pernafasan

Atur nafas dengan baik dan pastikan Anda mengetahui cara mengambil nafas saat sedang menyampaikan kalimat yang cukup panjang sehingga pembicaraan tidak terputus.

2. Latihan presentasi dengan orang yang Anda kenal

Dengan melakukan latihan akan memberikan Anda keyakinan terhadap materi yg hendak disampaikan. Berlatih didepan sekumpulan orang yang Anda kenal seperti anggota keluarga atau teman dengan minimal 3 orang. Dan setelah melakukan presentasi didepan mereka, tanyakan kepada mereka kelebihan dan kekurangan dari presentasi yang Anda lakukan; setelah itu coba perbaiki kekurangan yg ada.
cara menyampaikan presentasi yang baik

3. Kenali situasi sekitar

Baca situasi tempat dan acara di mana Anda melakukan presentasi, Apakah menggunakan mikrofon, audio visual seperti proyektor karena semakin baik Anda menguasai lingkungan sekitar maka konsentrasi dapat lebih fokus saat memberikan presentasi.

4. Kenali pendengar (audience)

Terlepas dari seberapa baik Anda menguasai topik presentasi namun jika orang-orang tidak tertarik maka tidak akan berhasil. Ketahui siapa yang akan mendengarkan presentasi setelah itu sesuaikan gaya komunikasi Anda dengan audiens. Jadi, bedakan gaya bicara Anda saat harus berbicara dengan karyawan ataupun dengan mahasiswa.

5. Menyesuaikan isi konten presentasi

Menyampaikan antara apa yang Anda lakukan dan apa yang Anda bicarakan sering tidak mudah. Tapi ingatlah bahwa ketika kita ingin berpresentasi untuk menarik perhatian audiens pada bisnis Anda, tidak perlu terlihat (bersikap) seperti salesman.
Ingat bahwa Anda mewakili presentasi dari bisnis atau produk Anda, jadi jika menyampaikan presentasi yang mengesankan maka orang akan ingin tahu lebih banyak. Jadi pastikan dalam slide powerpoint ataupun kertas bahan presenstasi tercantum nama perusahaan, website, dan nomor telepon yang dapat dihubungi.

6. Terhubung dengan pendengar atau audience

Selalu terhubung dengan pendengar dan jangan hanya terus menerus terpaku terhadap kertas / layar yang Anda baca karena pendengar bisa mudah bosan. Menyampaikan presentasi harus dilakukan dengan baik, teratur dan sesekali lakukan kontak mata, bila perlu selingi dengan humor. Pastikan poin-poin penting tersampaikan dengan singkat, padat dan jelas; lalu setelah presentasi selesai berikan kesempatan bagi pendengar untuk bertanya.

cara membuka presentasi

Pembukaan Yang Mengugah

Ternyata benar, para pembicara dunia tidak lagi terpaku pada kata terima kasih dan permohonan maaf dalam memulai suatu public speaking. Mereka tidak lagi melakukan itu. Yang biasa mereka lakukan adalah memulai bicara dengan cara berikut:

1. Mengajukan Pertanyaan

Beberapa pembicara publik ternama akan memulai presentasi mereka dengan pertanyaan yang mengugah minat dan kesadaran para audiens.
Contoh, Simon Sirek:
Bagaimana Anda menjelaskan jika ada hal tertentu yang tidak berjalan sesuai asumsi Anda? Bagaimana Anda menjelaskan ketika orang lain dapat mencapai hal tertentu yang justru diluar asumsi?
Mengapa Apple sangat inovatif ? Tahun ke tahun, mereka semakin inovatif daripada kompetitor mereka. Padahal mereka hanya sebuah perusahaan komputer. Mereka sama seperti yang lain. Mereka memiliki akses yang sama dengan yang lain untuk mencari bakat, agen, konsultan dan media. Lalu mengapa mereka seperti memiliki sesuatu yang berbeda?
(Terjemahan bebas dari presentasi Simon Sirek : How great leaders inspire action, TED Talk)
Pertanyaan yang mengugah akan membuat audiens tertarik dan berpikir,
Iya ya kenapa bisa begitu? Apa rahasia Apple bisa diatas para kompetitornya? Wah, saya akan tahu dari presentasi Simon Sirek kali ini. Oke saya akan menyimak dan mendengarkannya”.
Itulah kenapa pertanyaan sangat efektif untuk membuka presentasi karena hal itu akan membuat otak audiens aktif berpikir.

2. Memberikan Pernyataan

Beberapa pembicara lain malah langsung membuat pernyataan yang mengejutkan audiens.
Contoh, Pamela Meyer:
Oke, Saya tidak ingin memberikan peringatan kepada semua orang dalam ruangan ini, tetapi menjadi perhatian saya bahwa orang yang disebelah kanan Anda adalah seorang pembohong. Orang yang berada di sebelah kiri Anda juga seorang pembohong. Demikian hal nya dengan orang yang duduk disetiap bangku adalah pembohong. Kita semua adalah pembohong…
(Terjemahan bebas dari presentasi Pamela Meyer : How to Spot a Liar, TED Talk).
Pernyataan yang mengugah seperti contoh diatas juga akan membuat audiens berpikir,
Masa iya kita semua pembohong. Si Pamela Meyer tahu darimana? Oh mungkin dia akan menyampaikan trik dan tips bagaimana mengetahui itu semua. Oke saya akan menyimaknya”.
Perihal pernyataan juga bisa Anda lakukan dengan cara sedikit guyon sehingga audiens Anda akan tertawa dan memperhatikan. Pernyataan juga bisa dilakukan dengan teknik Call Back yang pernah kita bahas dalam tulisan lalu disini.

3. Bercerita

Beberapa pembicara lainnya malah langsung bercerita untuk memulai suatu presentasi.
Contoh, Brene Brown:
Baik saya akan memulainya: beberapa tahun yang lalu, seorang koordinator acara suatu kegiatan menelpon saya karena saya dijadwalkan untuk jadi pembicara di acara tersebut. Dia telpon dan dia bilang,”Saya lagi bingung mau menulis Anda sebagai apa di spanduk”. Lho, kenapa bingung? Dia berkata lagi,”Iya, saya sudah lihat Anda berbicara dan berniat menulis Anda di spanduk sebagai seorang periset, tapi kalau disebut sebagai seorang periset, orang biasanya tidak akan tertarik karena mereka pikir akan membosankan”…
(Terjemahan bebas dari presentasi Brene Brown : The Power of Vunerability, TED Talk).
Kenapa cerita bisa membuat Audiens tertarik? Tentunya, kita sudah pernah belajar perihal tersebut di tulisan lalu disini. Yang pasti otak Anda menjadi aktif oleh cerita. Oleh karenanya, memulai bicara dengan bercerita sangat baik untuk dilakukan.
Hati-hati, Anda tidak perlu berpanjang lebar untuk memulai suatu cerita atau berkata, “Para bapak-ibu sekali saya punya cerita. Mudah-mudahan pada suka“. Tidak usah berkata seperti itu. Langsung saja bercerita seperti Brene Brown diatas.
Semua cara memulai bicara atau presentasi diatas yakni dengan Pertanyaan, Peryataan dan Bercerita akan membuat Anda terkoneksi dengan audiens Anda dan mereka pun jadi siap untuk mendengarkan presentasi Anda.
Mantap juga ilmu baru dari para ahli public speaking ini. Alhamdulillah dapat ilmu baru lagi. Semoga memberikan inspirasi untuk kita semua ya. Bila Anda tertarik untuk memahami lebih lanjut perihal bagaimana melakukan presentasi yang baik, Anda bisa sedikit berinvestasi dan belajar dari website sahabat disini. Silahkan bila berkenan.

cara menutup presentasi

Hal yang tidak kalah penting di dalam suatu presentasi adalah masalah bagaimana Anda menutup presentasi dengan cara yang memukau.
Menutup presentasi dengan cara yang memukau menjadi penting karena di saat itulah Anda harus membuat audiens memahami benar topik yang Anda sampaikan.
Banyak presenter hanya sekedar mengucapkan terima kasih di akhir presentasinya tanpa meninggalkan makna mendalam di benak audiens.
Presentasinya selesai begitu saja. Akibatnya, audiens yang dari awal sudah benar-benar memperhatikan akan kehilangan topik yang disampaikan. Apalagi audiens yang dari awal sudah malas memperhatikan. Paling-paling mereka hanya bisa berucap dalam hati, “wah cepat sekali presentasinya, apa yang disampaikannya tadi?”
Terkadang permohonan maaf malah diucapkan untuk menutup presentasi kuatir kalau presentasinya tidak atau kurang menarik. Diawal presentasi saja, permohonan maaf tidak perlu dilakukan apalagi kalau presentasi sudah selesai.
Itulah kenapa cara Anda menutup presentasi harus benar-benar diperhatikan.
Alasan lain yang tidak kalah penting dari kenapa Anda harus menutup presentasi dengan cara yang memukau adalah faktor perhatian atau atensi audiens.
Sudah lazim kalau audiens biasanya akan lebih memperhatikan presentasi pada saat awal dan pada saat presentasi akan berakhir.
Coba saja Anda perhatikan atau mungkin Anda pun berlaku demikian yang biasanya akan lebih memperhatikan begitu tahu presentasi mau dimulai atau tahu kalau presentasi mau selesai, bukankah begitu? Hehehe…
Moment akhir dari presentasi Anda harus di buat “wow” harus dibuat memukau agar audiens mengingat apa yang Anda sampaikan dan mendapatkan sesuatu yang berarti dari Anda serta mau untuk melakukan sesuatu.
Bagaimana caranya? Berikut intisari dari beberapa pembahasan para ahli:

1. Berikan Isyarat dan Ringkasan

Hal pertama yang harus Anda lakukan untuk mengakhiri presentasi adalah memberikan tanda atau isyarat bahwa Anda akan mengakhiri presentasi Anda agar semua audiens kembali memperhatikan.
Para audiens yang sudah mengikuti presentasi Anda dengan penuh antusias dari awal akan benar-benar fokus pada Anda. Demikian juga halnya para audiens yang sempat lengah atau punya kesibukan lain, mereka akan kembali memberikan perhatiannya untuk Anda dengan adanya isyarat tersebut.
“Baik, sampailah kita pada akhir presentasi…”
“Sebelum mengakhiri presentasi,….”
“Ini akhir dari presentasi…”
Adalah isyarat yang bisa Anda gunakan untuk memberitahu audiens bahwa Anda akan menutup presentasi Anda.
Masih banyak lagi cara lainnya. Anda bisa berkreasi sendiri bagaimana menyampaikan isyarat akan berakhirnya presentasi Anda tersebut.
Sangat bijaksana bila Anda juga kembali mengulang atau mengikhtisarkan beberapa point-point penting dalam presentasi Anda setelah Anda memberikan isyarat. Cara ini akan membuat Audiens Anda paham benar perihal topik dan isi presentasi Anda.
Mengulang-ulang sesuatu tentunya akan membuat orang ingat, tetapi tidak usah berpanjang lebar. Cukup point-point pentingnya saja.

 2. Tutup dengan Mengajak Aksi dan Keterlibatan

Setelah isyarat dan ringkasan diberikan, tibalah Anda untuk menutup presentasi Anda.
Pola umumnya ada 2 yaitu: Anda meminta audiens untuk terlibat atau Anda meminta Audiens untuk ikut melakukan sesuatu.
Biasanya ada kutipan-kutipan motivasi, ada ungkapan tertentu atau frasa kalimat tertentu yand ditekankan untuk mengugah dan mengajak audiens ikut berbuat atau melakukan sesuatu.
Baiklah, tanpa berpanjang lebar lagi berikut contoh dari cara menutup presentasi memukau yang dilakukan oleh Amy Cuddy : Your body language shapes who you are, Ted Talks, sebagai ilustrasi kedua tahap tersebut diatas:
Isyarat dengan sedikit ringkasan
Hal terakhir yang akan saya berikan kepada Anda adalah bahwa: Perubahan kecil dapat membawa perubahan besar. Jadi ini adalah dua menit. Dua menit, dua menit, dua menit. Sebelum Anda akan masuk dalam situasi yang menegangkan, selama dua menit coba lakukan ini (power poses), di dalam lift, di dalam toilet, di meja kerja, di belakang pintu. Itulah yang perlu Anda lakukan. Menyiapkan otak Anda untuk menghadapi situasi dengan kemampuan terbaik. Naikkan testosteron Anda. Turunkan kortisol Anda. Jangan tinggalkan situasi dengan perasaan, “Aduh, saya tidak menunjukkan siapa saya sebenarnya tadi.” Tinggalkan situasi itu sambil merasa bahwa, “Oh, saya merasa bahwa saya telah mengatakan siapa saya dan menunjukkan siapa saya sesungguhnya.
Penutup
Jadi saya ingin meminta Anda, untuk mencobanya dan saya juga meminta Anda untuk membagikan ilmu ini, karena ini sederhana. Saya tidak punya kepentingan pribadi dalam hal ini. Berikan. Bagikan kepada orang lain, karena orang banyak dapat menggunakannya tanpa sumber daya dan tanpa teknologi dan tanpa status dan tanpa kekuatan. Bagikan kepada orang lain karena mereka dapat melakukannya diam-diam. Mereka hanya perlu tubuh mereka, sedikit keleluasaan pribadi, dan dua menit, dan ini secara signifikan dapat meningkatkan pencapaian dalam hidup mereka. Terima kasih.
Bayangkan, Anda yang belum lihat presentasinya Amy Cuddy saja sudah bisa tahu kalau dia bicara perihal dua menit yang harus Anda lakukan untuk menyiapkan otak sebelum menghadapi situasi tertentu dengan melakukan “power poses”.
Lalu, dia tutup dengan ajakan kepada Anda untuk memberitahukan orang lain perihal betapa mudahnya “power poses”, yang secara signifikan dapat meningkatkan pencapaian dalam hidup dan siapapun bisa melakukannya.
Nah apa itu “power poses”? Tentunya Anda penasaran. Begitu juga dengan audiens yang sudah mendengarkannya. Mereka tambah penasaran. Mereka tak akan ragu untuk melihat lagi presentasinya Amy dan mendalami lebih lanjut apa itu “power poses” lalu memberitahukannya ke orang lain.
Silahkan, Anda pun bisa melihat lengkap video presentasi Amy Cuddy diatas atau melihat pembahasannya dalam tulisan lalu disini perihal “power poses“.
Itulah efek dari menutup presentasi yang memukau. Orang ingat, ingin kembali dan melakukan aksi sesuai pesan dari presentasi Anda.
Alhamdulillah, bagus banget contoh yang diberikan Amy perihal menutup presentasi yang memukau. Sangat membuka wawasan. Semog
Membuka presentasi dengan baik merupakan langkah awal kesuksesan sebuah presentasi.
Dalam buku Presentasi Memukau saya menjelaskan bahwa orang cenderung mengingat lebih baik apa-apa yang paling awal mereka lihat dan dengarkan. Dalam dunia Psikologi dikenal dengan istilah efek awalan (Primacy Effect).
Pembukaan yang baik akan menarik perhatian audiens. Apa yang Anda sampaikan di awal ketika membuka presentasi akan menjadi informasi yang paling diingat.
Karena itu kekuatan presentasi salah satunya terletak pada pembukaan yang baik dan menarik serta penutupan presentasi yang meyakinkan.
Tidak hanya itu, keberhasilan membuka presentasi akan memudahkan Anda untuk melanjutkan sebuah presentasi.
Dalam artikel berikut ini, saya akan mengajak Anda memahami fungsi pembukaan dalam presentasi dan teknik jitu untuk membuka presentasi dengan baik dan menarik perhatian audiens.

Memahami Fungsi Pembukaan Dalam Sebuah Presentasi

Sebelum kita membahas bagaimana cara membuka presentasi dengan baik, kita perlu mengetahui apa sebenarnya fungsi pembukaan dalam presentasi.

Pertama: Agar audiens memahami tujuan presentasi Anda.

Audiens datang mendengarkan presentasi untuk suatu tujuan. Oleh karena itu, pembukaan berfungsi untuk menjelaskan dengan cepat apa tujuan presentasi Anda. Jika audiens sudah tahu tujuan presentasi Anda, mereka akan lebih tertarik untuk mengikutinya sampai selesai.

Kedua: Mendapat Gambaran Umum atas Apa yang Disampaikan

Pembukaan presentasi mirip dengan opening sebuah film. Ketika Anda menonton film, 5 menit pertama sangat krusial karena akan menentukan apakah Anda akan menonton film tersebut sampai selesai atau segera meninggalkannya. Seperti sebuah film, pembukaan presentasi berfungsi untuk memberikan gambaran umum kepada audiens apa yang akan mereka dengarkan dalam beberapa waktu ke depan.

Ketiga: Menciptakan Motivasi dan Rasa Ingin Tahu Audiens

Audiens menghadiri sebuah presentasi dengan motivasi awal yang berbeda-beda. Ada yang memang ingin mendapatkan informasi baru dari Anda. Namun ada pula yang sekedar datang karena diminta oleh atasannya. Oleh karena itu, inilah kesempatan Anda untuk menciptakan motivasi yang sama bagi audiens agar mereka merasa perlu mendengarkan presentasi Anda sampai selesai. Pembukaan yang baik juga akan menciptakan rasa ingin tahu audiens sehingga mereka akan terus mendengarkan Anda.

5 Cara Membuka Presentasi yang Baik dan Menarik

Setelah Anda mengetahui betapa penting fungsi pembukaan presentasi, sekarang saatnya kita belajar bagaimana membuka presentasi dengan baik dan menarik. Saya akan mengajak Anda untuk menguasai lima cara membuka presentasi dengan menarik.

1. Membuka Presentasi Dengan Menyampaikan Maksud dan Tujuan

Cara paling mudah dan dapat Anda terapkan untuk berbagai situasi adalah membuka presentasi dengan menyampaikan maksud dan tujuan. Dengan cara ini, audiens akan mengerti apa yang akan mereka dapatkan dari presentasi Anda. Anda juga bisa menetapkan harapan (ekspektasi) audiens tentang berapa lama presentasi akan berlangsung dan apa saja yang akan dibahas.
Misalkan Anda ingin menawarkan jasa sebuah software sistem administrasi kepegawaian di hadapan beberapa manajer yang menjadi calon pembeli produk Anda. Anda bisa membuka presentasi dengan menyampaikan maksud dan tujuan seperti ini:
“Bapak dan Ibu yang saya hormati, selamat pagi. Saya sangat senang hari ini mendapatkan kesempatan untuk hadir di hadapan Bapak/Ibu sekalian.

Dalam waktu tiga puluh menit ke depan, saya akan menjelaskan kepada Bapak dan Ibu sebuah sistem administrasi kepegawaian yang akan membantu Bapak/Ibu mengelola data karyawan secara cepat, mudah dan informatif.

Di akhir presentasi nanti, Bapak dan Ibu akan bisa memahami keunggulan dan manfaat yang akan didapatkan dari sistem ini, serta apa yang membedakannya dengan produk sejenis di pasaran. Dengan demikian, Bapak Ibu dapat memutuskan investasi terbaik bagi perusahaan yang Bapak Ibu pimpin.”
Sampaikan apa yang akan Anda bahas, berapa lama waktu yang dibutuhkan, dan apa manfaat yang bisa diambil audiens setelah presentasi selesai.

2. Membuka Presentasi Dengan Sebuah Pertanyaan

Apa yang akan Anda lakukan ketika seseorang mengajukan sebuah pertanyaan?
Secara otomatis Anda akan berusaha menjawabnya. Demikian pula ketika Anda mengajukan pertanyaan ketika membuka sebuah presentasi. Audiens akan berusaha berpikir dan mencari jawabannya meskipun mereka tidak menjawab langsung pertanyaan Anda.
Menggunakan pertanyaan akan mengajak audiens fokus pada tema yang sedang dibahas dan membuat mereka memusatkan perhatian untuk menemukan jawabannya.
Ketika tampil di TEDx Jakarta 2011, saya menggunakan teknik ini untuk membuka presentasi. Seperti ini pembukaannya:
Membuka Presentasi - Pertanyaan
- See more at: http://www.presentasi.net/cara-membuka-presentasi-dengan-baik-menarik-perhatian-audiens/#sthash.74UuB6Ij.dpuf
Membuka presentasi dengan baik merupakan langkah awal kesuksesan sebuah presentasi.
Dalam buku Presentasi Memukau saya menjelaskan bahwa orang cenderung mengingat lebih baik apa-apa yang paling awal mereka lihat dan dengarkan. Dalam dunia Psikologi dikenal dengan istilah efek awalan (Primacy Effect).
Pembukaan yang baik akan menarik perhatian audiens. Apa yang Anda sampaikan di awal ketika membuka presentasi akan menjadi informasi yang paling diingat.
Karena itu kekuatan presentasi salah satunya terletak pada pembukaan yang baik dan menarik serta penutupan presentasi yang meyakinkan.
Tidak hanya itu, keberhasilan membuka presentasi akan memudahkan Anda untuk melanjutkan sebuah presentasi.
Dalam artikel berikut ini, saya akan mengajak Anda memahami fungsi pembukaan dalam presentasi dan teknik jitu untuk membuka presentasi dengan baik dan menarik perhatian audiens.

Memahami Fungsi Pembukaan Dalam Sebuah Presentasi

Sebelum kita membahas bagaimana cara membuka presentasi dengan baik, kita perlu mengetahui apa sebenarnya fungsi pembukaan dalam presentasi.

Pertama: Agar audiens memahami tujuan presentasi Anda.

Audiens datang mendengarkan presentasi untuk suatu tujuan. Oleh karena itu, pembukaan berfungsi untuk menjelaskan dengan cepat apa tujuan presentasi Anda. Jika audiens sudah tahu tujuan presentasi Anda, mereka akan lebih tertarik untuk mengikutinya sampai selesai.

Kedua: Mendapat Gambaran Umum atas Apa yang Disampaikan

Pembukaan presentasi mirip dengan opening sebuah film. Ketika Anda menonton film, 5 menit pertama sangat krusial karena akan menentukan apakah Anda akan menonton film tersebut sampai selesai atau segera meninggalkannya. Seperti sebuah film, pembukaan presentasi berfungsi untuk memberikan gambaran umum kepada audiens apa yang akan mereka dengarkan dalam beberapa waktu ke depan.

Ketiga: Menciptakan Motivasi dan Rasa Ingin Tahu Audiens

Audiens menghadiri sebuah presentasi dengan motivasi awal yang berbeda-beda. Ada yang memang ingin mendapatkan informasi baru dari Anda. Namun ada pula yang sekedar datang karena diminta oleh atasannya. Oleh karena itu, inilah kesempatan Anda untuk menciptakan motivasi yang sama bagi audiens agar mereka merasa perlu mendengarkan presentasi Anda sampai selesai. Pembukaan yang baik juga akan menciptakan rasa ingin tahu audiens sehingga mereka akan terus mendengarkan Anda.

5 Cara Membuka Presentasi yang Baik dan Menarik

Setelah Anda mengetahui betapa penting fungsi pembukaan presentasi, sekarang saatnya kita belajar bagaimana membuka presentasi dengan baik dan menarik. Saya akan mengajak Anda untuk menguasai lima cara membuka presentasi dengan menarik.

1. Membuka Presentasi Dengan Menyampaikan Maksud dan Tujuan

Cara paling mudah dan dapat Anda terapkan untuk berbagai situasi adalah membuka presentasi dengan menyampaikan maksud dan tujuan. Dengan cara ini, audiens akan mengerti apa yang akan mereka dapatkan dari presentasi Anda. Anda juga bisa menetapkan harapan (ekspektasi) audiens tentang berapa lama presentasi akan berlangsung dan apa saja yang akan dibahas.
Misalkan Anda ingin menawarkan jasa sebuah software sistem administrasi kepegawaian di hadapan beberapa manajer yang menjadi calon pembeli produk Anda. Anda bisa membuka presentasi dengan menyampaikan maksud dan tujuan seperti ini:
“Bapak dan Ibu yang saya hormati, selamat pagi. Saya sangat senang hari ini mendapatkan kesempatan untuk hadir di hadapan Bapak/Ibu sekalian.

Dalam waktu tiga puluh menit ke depan, saya akan menjelaskan kepada Bapak dan Ibu sebuah sistem administrasi kepegawaian yang akan membantu Bapak/Ibu mengelola data karyawan secara cepat, mudah dan informatif.

Di akhir presentasi nanti, Bapak dan Ibu akan bisa memahami keunggulan dan manfaat yang akan didapatkan dari sistem ini, serta apa yang membedakannya dengan produk sejenis di pasaran. Dengan demikian, Bapak Ibu dapat memutuskan investasi terbaik bagi perusahaan yang Bapak Ibu pimpin.”
Sampaikan apa yang akan Anda bahas, berapa lama waktu yang dibutuhkan, dan apa manfaat yang bisa diambil audiens setelah presentasi selesai.

2. Membuka Presentasi Dengan Sebuah Pertanyaan

Apa yang akan Anda lakukan ketika seseorang mengajukan sebuah pertanyaan?
Secara otomatis Anda akan berusaha menjawabnya. Demikian pula ketika Anda mengajukan pertanyaan ketika membuka sebuah presentasi. Audiens akan berusaha berpikir dan mencari jawabannya meskipun mereka tidak menjawab langsung pertanyaan Anda.
Menggunakan pertanyaan akan mengajak audiens fokus pada tema yang sedang dibahas dan membuat mereka memusatkan perhatian untuk menemukan jawabannya.
Ketika tampil di TEDx Jakarta 2011, saya menggunakan teknik ini untuk membuka presentasi. Seperti ini pembukaannya:
Membuka Presentasi - Pertanyaan
- See more at: http://www.presentasi.net/cara-membuka-presentasi-dengan-baik-menarik-perhatian-audiens/#sthash.74UuB6Ij.dpuf
Membuka presentasi dengan baik merupakan langkah awal kesuksesan sebuah presentasi.
Dalam buku Presentasi Memukau saya menjelaskan bahwa orang cenderung mengingat lebih baik apa-apa yang paling awal mereka lihat dan dengarkan. Dalam dunia Psikologi dikenal dengan istilah efek awalan (Primacy Effect).
Pembukaan yang baik akan menarik perhatian audiens. Apa yang Anda sampaikan di awal ketika membuka presentasi akan menjadi informasi yang paling diingat.
Karena itu kekuatan presentasi salah satunya terletak pada pembukaan yang baik dan menarik serta penutupan presentasi yang meyakinkan.
Tidak hanya itu, keberhasilan membuka presentasi akan memudahkan Anda untuk melanjutkan sebuah presentasi.
Dalam artikel berikut ini, saya akan mengajak Anda memahami fungsi pembukaan dalam presentasi dan teknik jitu untuk membuka presentasi dengan baik dan menarik perhatian audiens.

Memahami Fungsi Pembukaan Dalam Sebuah Presentasi

Sebelum kita membahas bagaimana cara membuka presentasi dengan baik, kita perlu mengetahui apa sebenarnya fungsi pembukaan dalam presentasi.

Pertama: Agar audiens memahami tujuan presentasi Anda.

Audiens datang mendengarkan presentasi untuk suatu tujuan. Oleh karena itu, pembukaan berfungsi untuk menjelaskan dengan cepat apa tujuan presentasi Anda. Jika audiens sudah tahu tujuan presentasi Anda, mereka akan lebih tertarik untuk mengikutinya sampai selesai.

Kedua: Mendapat Gambaran Umum atas Apa yang Disampaikan

Pembukaan presentasi mirip dengan opening sebuah film. Ketika Anda menonton film, 5 menit pertama sangat krusial karena akan menentukan apakah Anda akan menonton film tersebut sampai selesai atau segera meninggalkannya. Seperti sebuah film, pembukaan presentasi berfungsi untuk memberikan gambaran umum kepada audiens apa yang akan mereka dengarkan dalam beberapa waktu ke depan.

Ketiga: Menciptakan Motivasi dan Rasa Ingin Tahu Audiens

Audiens menghadiri sebuah presentasi dengan motivasi awal yang berbeda-beda. Ada yang memang ingin mendapatkan informasi baru dari Anda. Namun ada pula yang sekedar datang karena diminta oleh atasannya. Oleh karena itu, inilah kesempatan Anda untuk menciptakan motivasi yang sama bagi audiens agar mereka merasa perlu mendengarkan presentasi Anda sampai selesai. Pembukaan yang baik juga akan menciptakan rasa ingin tahu audiens sehingga mereka akan terus mendengarkan Anda.

5 Cara Membuka Presentasi yang Baik dan Menarik

Setelah Anda mengetahui betapa penting fungsi pembukaan presentasi, sekarang saatnya kita belajar bagaimana membuka presentasi dengan baik dan menarik. Saya akan mengajak Anda untuk menguasai lima cara membuka presentasi dengan menarik.

1. Membuka Presentasi Dengan Menyampaikan Maksud dan Tujuan

Cara paling mudah dan dapat Anda terapkan untuk berbagai situasi adalah membuka presentasi dengan menyampaikan maksud dan tujuan. Dengan cara ini, audiens akan mengerti apa yang akan mereka dapatkan dari presentasi Anda. Anda juga bisa menetapkan harapan (ekspektasi) audiens tentang berapa lama presentasi akan berlangsung dan apa saja yang akan dibahas.
Misalkan Anda ingin menawarkan jasa sebuah software sistem administrasi kepegawaian di hadapan beberapa manajer yang menjadi calon pembeli produk Anda. Anda bisa membuka presentasi dengan menyampaikan maksud dan tujuan seperti ini:
“Bapak dan Ibu yang saya hormati, selamat pagi. Saya sangat senang hari ini mendapatkan kesempatan untuk hadir di hadapan Bapak/Ibu sekalian.

Dalam waktu tiga puluh menit ke depan, saya akan menjelaskan kepada Bapak dan Ibu sebuah sistem administrasi kepegawaian yang akan membantu Bapak/Ibu mengelola data karyawan secara cepat, mudah dan informatif.

Di akhir presentasi nanti, Bapak dan Ibu akan bisa memahami keunggulan dan manfaat yang akan didapatkan dari sistem ini, serta apa yang membedakannya dengan produk sejenis di pasaran. Dengan demikian, Bapak Ibu dapat memutuskan investasi terbaik bagi perusahaan yang Bapak Ibu pimpin.”
Sampaikan apa yang akan Anda bahas, berapa lama waktu yang dibutuhkan, dan apa manfaat yang bisa diambil audiens setelah presentasi selesai.

2. Membuka Presentasi Dengan Sebuah Pertanyaan

Apa yang akan Anda lakukan ketika seseorang mengajukan sebuah pertanyaan?
Secara otomatis Anda akan berusaha menjawabnya. Demikian pula ketika Anda mengajukan pertanyaan ketika membuka sebuah presentasi. Audiens akan berusaha berpikir dan mencari jawabannya meskipun mereka tidak menjawab langsung pertanyaan Anda.
Menggunakan pertanyaan akan mengajak audiens fokus pada tema yang sedang dibahas dan membuat mereka memusatkan perhatian untuk menemukan jawabannya.
Ketika tampil di TEDx Jakarta 2011, saya menggunakan teknik ini untuk membuka presentasi. Seperti ini pembukaannya:
Membuka Presentasi - Pertanyaan
- See more at: http://www.presentasi.net/cara-membuka-presentasi-dengan-baik-menarik-perhatian-audiens/#sthash.74UuB6Ij.dpuf
Membuka presentasi dengan baik merupakan langkah awal kesuksesan sebuah presentasi.
Dalam buku Presentasi Memukau saya menjelaskan bahwa orang cenderung mengingat lebih baik apa-apa yang paling awal mereka lihat dan dengarkan. Dalam dunia Psikologi dikenal dengan istilah efek awalan (Primacy Effect).
Pembukaan yang baik akan menarik perhatian audiens. Apa yang Anda sampaikan di awal ketika membuka presentasi akan menjadi informasi yang paling diingat.
Karena itu kekuatan presentasi salah satunya terletak pada pembukaan yang baik dan menarik serta penutupan presentasi yang meyakinkan.
Tidak hanya itu, keberhasilan membuka presentasi akan memudahkan Anda untuk melanjutkan sebuah presentasi.
Dalam artikel berikut ini, saya akan mengajak Anda memahami fungsi pembukaan dalam presentasi dan teknik jitu untuk membuka presentasi dengan baik dan menarik perhatian audiens.

Memahami Fungsi Pembukaan Dalam Sebuah Presentasi

Sebelum kita membahas bagaimana cara membuka presentasi dengan baik, kita perlu mengetahui apa sebenarnya fungsi pembukaan dalam presentasi.

Pertama: Agar audiens memahami tujuan presentasi Anda.

Audiens datang mendengarkan presentasi untuk suatu tujuan. Oleh karena itu, pembukaan berfungsi untuk menjelaskan dengan cepat apa tujuan presentasi Anda. Jika audiens sudah tahu tujuan presentasi Anda, mereka akan lebih tertarik untuk mengikutinya sampai selesai.

Kedua: Mendapat Gambaran Umum atas Apa yang Disampaikan

Pembukaan presentasi mirip dengan opening sebuah film. Ketika Anda menonton film, 5 menit pertama sangat krusial karena akan menentukan apakah Anda akan menonton film tersebut sampai selesai atau segera meninggalkannya. Seperti sebuah film, pembukaan presentasi berfungsi untuk memberikan gambaran umum kepada audiens apa yang akan mereka dengarkan dalam beberapa waktu ke depan.

Ketiga: Menciptakan Motivasi dan Rasa Ingin Tahu Audiens

Audiens menghadiri sebuah presentasi dengan motivasi awal yang berbeda-beda. Ada yang memang ingin mendapatkan informasi baru dari Anda. Namun ada pula yang sekedar datang karena diminta oleh atasannya. Oleh karena itu, inilah kesempatan Anda untuk menciptakan motivasi yang sama bagi audiens agar mereka merasa perlu mendengarkan presentasi Anda sampai selesai. Pembukaan yang baik juga akan menciptakan rasa ingin tahu audiens sehingga mereka akan terus mendengarkan Anda.

5 Cara Membuka Presentasi yang Baik dan Menarik

Setelah Anda mengetahui betapa penting fungsi pembukaan presentasi, sekarang saatnya kita belajar bagaimana membuka presentasi dengan baik dan menarik. Saya akan mengajak Anda untuk menguasai lima cara membuka presentasi dengan menarik.

1. Membuka Presentasi Dengan Menyampaikan Maksud dan Tujuan

Cara paling mudah dan dapat Anda terapkan untuk berbagai situasi adalah membuka presentasi dengan menyampaikan maksud dan tujuan. Dengan cara ini, audiens akan mengerti apa yang akan mereka dapatkan dari presentasi Anda. Anda juga bisa menetapkan harapan (ekspektasi) audiens tentang berapa lama presentasi akan berlangsung dan apa saja yang akan dibahas.
Misalkan Anda ingin menawarkan jasa sebuah software sistem administrasi kepegawaian di hadapan beberapa manajer yang menjadi calon pembeli produk Anda. Anda bisa membuka presentasi dengan menyampaikan maksud dan tujuan seperti ini:
“Bapak dan Ibu yang saya hormati, selamat pagi. Saya sangat senang hari ini mendapatkan kesempatan untuk hadir di hadapan Bapak/Ibu sekalian.

Dalam waktu tiga puluh menit ke depan, saya akan menjelaskan kepada Bapak dan Ibu sebuah sistem administrasi kepegawaian yang akan membantu Bapak/Ibu mengelola data karyawan secara cepat, mudah dan informatif.

Di akhir presentasi nanti, Bapak dan Ibu akan bisa memahami keunggulan dan manfaat yang akan didapatkan dari sistem ini, serta apa yang membedakannya dengan produk sejenis di pasaran. Dengan demikian, Bapak Ibu dapat memutuskan investasi terbaik bagi perusahaan yang Bapak Ibu pimpin.”
Sampaikan apa yang akan Anda bahas, berapa lama waktu yang dibutuhkan, dan apa manfaat yang bisa diambil audiens setelah presentasi selesai.

2. Membuka Presentasi Dengan Sebuah Pertanyaan

Apa yang akan Anda lakukan ketika seseorang mengajukan sebuah pertanyaan?
Secara otomatis Anda akan berusaha menjawabnya. Demikian pula ketika Anda mengajukan pertanyaan ketika membuka sebuah presentasi. Audiens akan berusaha berpikir dan mencari jawabannya meskipun mereka tidak menjawab langsung pertanyaan Anda.
Menggunakan pertanyaan akan mengajak audiens fokus pada tema yang sedang dibahas dan membuat mereka memusatkan perhatian untuk menemukan jawabannya.
Ketika tampil di TEDx Jakarta 2011, saya menggunakan teknik ini untuk membuka presentasi. Seperti ini pembukaannya:
Membuka Presentasi - Pertanyaan
- See more at: http://www.presentasi.net/cara-membuka-presentasi-dengan-baik-menarik-perhatian-audiens/#sthash.74UuB6Ij.dpuf

cara membuat presentasi

Mengatur Teks
Teks dalam MS Powerpoint berada dalam teks box. Klik tulisan click to add title dan gantilah tulisan menjadi presentasi. Gantilah pula tulisan click add subtitle menjadi power point. Untuk mengatur jenis huruf atau font, ukuran, dan warna huruf, kita bisa memanfaatkan icon yang terdapat pada tab home dalam group font ataupun group paragraph. Pengaturan huruf atau teks ini tak berbeda dengan pengaturan teks pada MS Word.
Menambahkan Slide Baru
Penambahan slide baru dapat dilakukan melalui ikon new slide pada tab home atau tekan tombol Ctrl + M pada keyboard secara bersamaan hingga muncul slide kedua. Pada slide kedua tersebut akan terlihat text handler yang bisa diganti teksnya sesuai keinginan.
Menyimpan Dokumen Presentasi
Dokumen presentasi powerpoint dapat disimpan dengan menggunakan tombol Ctrl + S pada keyboard atau klik save pada office button. Setelah muncu kotak dialog save as, ketik nama file lalu klik save.
Mengatur Ukuran Dokumen Presentasi
Ukuran dokumen presentasi dapat diatur melalui ikon page setup pada tab design. pada kotak dialog page setup kita bisa memilih ukuran-ukuran standar tertentu atau kita juga dapat mendefinisikansendiri ukuran dengan mengetikkan pada kolom width dan height kemudian klik ok.
Mengatur Backgroud/latar belakang
Pengaturan background pada slide sama halnya dengan pengaturan backgroud pada MS Word. Dengan mengklik Background Styles => format background pada tab design, kita akan menemui kotak dialog format background. pada kotak dialog tersebut kita dapat mengatur warna tunggal ataupun gradasi (gradient) dan tekstur.
Slides Pane dan outline Pane
Slide Pane dan outline pane biasanya terletak disebelah kiri lembar kerja. Slide pane menampilkan slide presentasi dalam ukuran kecil atau thumbnail. Pada slide pane ini kita dapat mengatur urutan slide dengan cara drag & drop. outline pane dapat menampilkan outline teks, kita juga dapat mengedit teks pada outline pane.
Menampilkan Slide
Untuk melihat tampilan presentasi yang dijalankan, klik ikon from beginning pada tab slide show atau tekan tombol F5. Untuk mengakhiri presentasi slide, tekan tombol Esc.
Menyisipkan objek ke dalam presentasi
Dokumen presentasi powerpoint dapat dilengkapi dengan objek audio maupun visual untuk menhasilkan presetasi yang menarik. Ada berbagai jenis objek yang bisa disisipkan ke dalam dokumen presentasi, misalnya gambar (*.jpg dan *.bmp) diagram, tabel, grafik (chart), clipart, wordart, suara (*.wap dan *.mid), bahkan movie atau film (*.mpeg).
Slide layout, slide design dan color scheme
untuk mengatur tampilan slide, baik dalam hal tata letak (layout), background, dan pola warna, kita dapat menggunakan pola yang tersedia dalam bentuk template. Untuk mengatur tata letak teks objek, dapat digunakan template slide layout. Untuk mengatur model desain dan pewarnaan dapat digunakan slide design dan colr scheme.
Layout slide dapat diakses melalui ikon layout pada tab home, sedangkan tema slide dapat diakses melalui ikon layout pada tab home, sedangkan tema slide dapat diakses melalui tab design. didalam tab design terdapat berbagai macam pilihan tema slide yang dapat dipilih.
Mengatur animasi Pada Slide
Efek animasi pada slide dapat digunakan agar tampilan slide lebih menarik dan atraktif. ada beberapa bagian slide yang dapat diberi efek animasi, yaitu teks, objek gambar, maupun transisi atau pergantian slide.
Mengatur durasi Presentasi
PowerPoint  menyediakan fasilitas timing, yaitu fasilitas untuk mengatur beberapa lama slide akan ditemapilkan dalam sebuah presentasi.
Mengatur Urutan Penayangan slide
Penayangan slide tak selalu berurut sesuai nomor slide. Kita bisa mengatur urutan penayangan slide melalui tab slide show => custom slide show => custom shows.
Menggunakan Navigasi
Navigasi digunakan untuk berpindah ke bagian dokumen tertentu, slide lain dalam satu dokumen atau slide lain dalam dokumen lain. Tombol navigasi dapat dimunculkan melaui menu tab insert => shapes => action buttons, pilih salah satu tombol yang sesuai.
Mencetak hasil presentasi
Untuk mencetak dokumen presentasi dilakukan pada ikon print, kemudian atur sesuai kertas yang dipakai untuk memprint dokumen presentasi tersebut.
Demikianlah artikel Pustaka Sekolah yang membahas mengenai Cara Membuat Presentasi PowerPoint, semoga artikel ini tentunya dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi kita semua.[ps]
 

Blogger news

Blogroll

About